28 Oktober, 2009

puisi



Ku ajak engkau wahai kawan

kau meronta mengerang, menerjang

dan menjerit sejadi jadinya bak lupa

darah dan air mata kau jadikan alasan

puing menusuk pori dan tulang yang terkoyak

benar ragamu hancur luluh di sapu goncangan

benar sawah ladangmu lenyap seketika

benar darahmu terserak ke bumi yang gelisah

benar dan aku bersaksi atas kejadian itu sore

kawanku, kita bukan siapa siapa

kawanku, kita tidaklah punya kita

kawanku, bertelanjang kedatangan kita

kawanku, aku tahu itu dan ingin memberi tahumu

aku harap luka di kaki itu tidak melukai jiwa

karna kutahu dan ingin berbagi suka denganmu

beranda yang poranda sebagai tanda cinta-Nya

ingin kumengajakmu, mari maknai Redho dan Ikhlas

sudahlah, sekalah air mata itu dengan kain yang tersisa

patah tumbuh hilang berganti,mari bangkitkan Rohani

dalam perenungan pelajari siapa kita dan –Dia

kawanku, , , kita termasuk Beruntung dan Tak merugi

Sadari itu agar engkau tersadar lagi

PadaNya jua tempat kembali


eddy saputra , 27/10/09


Tidak ada komentar:

Posting Komentar